Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

171 Guru PAI SD Ikuti Sosialisasi Program RPL dan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Berbasis AI di Universitas Yudharta Pasuruan

 


Pasuruan — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Yudharta Pasuruan bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Magister PAI dan Workshop Guru PAI “Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning Berbasis AI” bagi guru PAI tingkat Sekolah Dasar.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan, mulai pukul 07.30 hingga 15.00 WIB. Sebanyak 171 Guru PAI tingkat SD dari lima kecamatan, yakni Purwosari, Gempol, Tutur, Purwodadi, dan Wonorejo, hadir mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Ketua panitia, Syafi’uddin Fauzi, M.Pd.I, selaku Ketua KKG PAI, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru PAI dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Guru PAI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dalam pendidikan. Melalui workshop ini, kami berharap guru semakin inovatif dalam mengembangkan pembelajaran yang humanis dan berbasis teknologi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Program Pascasarjana (KPPs) Magister PAI Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Ahmad Marzuki, S.Pd.I., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa Program RPL Magister PAI merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memberikan akses pendidikan lanjutan bagi para guru melalui pengakuan terhadap pengalaman dan kompetensi profesional yang telah dimiliki.

“Program RPL memberikan kesempatan kepada guru-guru berpengalaman untuk melanjutkan studi magister dengan sistem yang lebih adaptif dan tetap menjaga kualitas akademik. Ini menjadi bagian dari kontribusi Universitas Yudharta Pasuruan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan Islam,” jelasnya.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Sholehuddin, M.Pd.I dari Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran PAI yang dipadukan dengan pendekatan deep learning berbasis AI.

Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga harus membangun karakter, empati, dan kasih sayang dalam diri peserta didik. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran diharapkan mampu membantu guru menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.

Antusiasme peserta tampak selama kegiatan berlangsung, mulai dari sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga praktik pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran PAI. Para guru juga aktif berkonsultasi terkait mekanisme dan peluang melanjutkan studi melalui Program RPL Magister PAI Universitas Yudharta Pasuruan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara KKG PAI dan Program Magister PAI Universitas Yudharta Pasuruan dalam meningkatkan kualitas guru PAI yang profesional, adaptif, dan berkarakter di era transformasi digital.