Implementasi dan Diseminasi Hasil Penelitian: Modul Audio-Visual "Halalan Thayyiban dalam Jajanan Tradisional" Perkuat Literasi Budaya dan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
Pasuruan, 30 Agustus 2026 – Tim
Peneliti Universitas Yudharta Pasuruan melaksanakan kegiatan Implementasi dan
Diseminasi Hasil Penelitian bertajuk "Preserving Culinary Heritage:
Rekonstruksi Pengetahuan Jajanan Tradisional sebagai Bahan Inovasi Modul Kokurikuler
Terintegrasi dengan Pembelajaran PAI Materi Makanan Halalan Thayyiban".
Penelitian ini merupakan bagian dari Skema Penelitian Tesis Magister yang
didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik
Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan pada Kamis,
30 Agustus 2026, pukul 08.00–12.30 WIB, di dua sekolah dasar, yaitu SDN
Cobanblimbing I dan SDN Sladi Kejayan. Di SDN Cobanblimbing I, kegiatan
mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Puji Handayani, S.Pd. Sasaran
kegiatan adalah peserta didik kelas V dan VI (Fase C) dengan melibatkan 30
siswa, 2 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan 6 guru kelas.
Penelitian ini diketuai oleh Dr.
Ahmad Marzuki, S.Pd.I., M.Ag. bersama Wiwit Aprilia sebagai anggota peneliti.
Dalam pelaksanaannya, tim juga didukung oleh mahasiswa Program Pascasarjana
Universitas Yudharta Pasuruan, yaitu Teguh Prasetyo, Alif Masruri Abdul Haq,
Nurul Fajriah Wati, dan Isyatil Fitro sebagai pembantu peneliti.
Kegiatan implementasi diawali
dengan pengenalan pentingnya melestarikan jajanan tradisional sebagai bagian
dari warisan budaya tak benda Indonesia. Selanjutnya, peserta mengikuti
pembelajaran menggunakan Modul Kokurikuler Berbasis Audio-Visual "Halalan
Thayyiban dalam Jajanan Tradisional", yang dikembangkan berdasarkan hasil
rekonstruksi pengetahuan makanan tradisional khas Pasuruan dan Malang. Modul
ini mengintegrasikan materi Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya konsep
halalan thayyiban, dengan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning)
dan pendekatan kokurikuler.
Dalam sesi pembelajaran, siswa
diajak mengenal berbagai jajanan tradisional seperti klepon, putu lanang,
nagasari, lepet, bikang, dan krupuk pethulo. Selain memahami nilai historis dan
budaya dari makanan tersebut, siswa juga belajar mengidentifikasi kandungan
bahan, proses pengolahan, serta keterkaitannya dengan konsep halalan thayyiban
sebagaimana diajarkan dalam Pendidikan Agama Islam. Melalui pendekatan ini,
siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual karena materi agama
dihubungkan langsung dengan kehidupan sehari-hari dan budaya lokal.
Kegiatan diseminasi juga menjadi
forum berbagi hasil penelitian kepada para guru. Tim peneliti memaparkan proses
pengembangan modul, mulai dari rekonstruksi pengetahuan kuliner melalui
pendekatan etnografi, penyusunan modul kokurikuler berbasis audio-visual,
hingga hasil uji validitas dan implementasi di sekolah dasar. Guru-guru
memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran tersebut karena dinilai
mampu memperkuat literasi budaya, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta
menjadikan pembelajaran PAI lebih menarik dan aplikatif.
Ketua Peneliti, Dr. Ahmad
Marzuki, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan tidak
hanya menghasilkan media pembelajaran, tetapi juga menghadirkan model
pembelajaran interdisipliner yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan
pelestarian budaya lokal. Menurutnya, makanan tradisional tidak hanya merupakan
warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi sumber
belajar kontekstual untuk memperkuat pemahaman konsep halalan thayyiban,
membangun literasi budaya, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya
mengonsumsi makanan yang halal, sehat, dan bergizi sejak usia dini.
Melalui kegiatan implementasi dan
diseminasi ini, diharapkan modul "Halalan Thayyiban dalam Jajanan
Tradisional" dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh guru Pendidikan
Agama Islam maupun guru kelas sebagai bahan pembelajaran kokurikuler di sekolah
dasar. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Universitas Yudharta
Pasuruan dalam mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus
meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang kontekstual,
kolaboratif, dan relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.