Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melalui Deep Learning, Tim Peneliti Pascasarjana Universitas Yudharta Pasuruan Kenalkan Modul PAI untuk Mitigasi Bahaya Game Online

 


Pasuruan – Tim Peneliti Pascasarjana Universitas Yudharta Pasuruan melaksanakan kegiatan Implementasi dan Diseminasi Hasil Penelitian sebagai bagian dari luaran Skema Penelitian Tesis Magister yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 29 Agustus 2026, pukul 08.00–12.30 WIB, di SDN Kertosari dan SDN Sladi Kejayan, Kabupaten Pasuruan, dengan sasaran siswa kelas II Sekolah Dasar.

Penelitian ini mengangkat tema "Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Pendekatan Deep Learning sebagai Upaya Mitigasi Bahaya Laten Game Online pada Siswa." Implementasi hasil penelitian dilakukan melalui penggunaan modul pembelajaran "Menghargai Waktu dan Bijak Bermain Game Online", yang dirancang untuk membantu siswa memahami pentingnya menghargai waktu berdasarkan pesan Surah Al-'Ashr, sekaligus membangun kebiasaan menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan diikuti oleh 33 peserta didik, 2 guru Pendidikan Agama Islam, serta 6 guru kelas. Di SDN Kertosari, kegiatan mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah Kusmiyaroh Wahdaniyah, S.Pd.I. yang menyampaikan bahwa pembelajaran agama perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu menjawab tantangan yang dihadapi peserta didik di era digital.

"Anak-anak saat ini hidup berdampingan dengan teknologi digital. Karena itu, pendidikan agama tidak cukup hanya mengajarkan nilai-nilai keislaman secara teoritis, tetapi juga harus mampu membimbing mereka menggunakan teknologi secara bijaksana. Modul yang dikembangkan tim peneliti sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar," ungkap Kusmiyaroh Wahdaniyah.

Ketua tim peneliti, Dr. Saifulah, M.H.I., menjelaskan bahwa meningkatnya penggunaan game online di kalangan anak menjadi salah satu tantangan yang perlu direspons melalui pendidikan. Menurutnya, pendekatan yang digunakan bukan melarang anak bermain game, melainkan membentuk kemampuan mereka dalam mengelola waktu dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

"Melalui pendekatan Deep Learning, siswa diajak belajar secara berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Nilai-nilai Surah Al-'Ashr kami integrasikan dengan literasi digital sehingga anak memahami bahwa waktu merupakan amanah dari Allah yang harus digunakan untuk belajar, beribadah, membantu orang tua, dan bermain secara proporsional," jelasnya.

Dalam implementasi pembelajaran, siswa mengikuti berbagai aktivitas interaktif menggunakan modul yang telah dikembangkan, seperti membaca dan memahami kandungan Surah Al-'Ashr, berdiskusi mengenai bahaya bermain game online secara berlebihan, menyusun jadwal harian, serta melakukan refleksi terhadap kebiasaan menggunakan gawai. Pembelajaran semakin menarik dengan dukungan media audio visual berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menyajikan ilustrasi dan contoh-contoh kontekstual sesuai kehidupan sehari-hari peserta didik.

Selain pembelajaran kepada siswa, tim peneliti juga melaksanakan diseminasi hasil penelitian kepada guru Pendidikan Agama Islam dan guru kelas. Dalam sesi ini dipaparkan proses pengembangan modul menggunakan model Research and Development (R&D) Borg and Gall, mulai dari analisis kebutuhan hingga uji efektivitas produk. Guru juga memperoleh pendampingan mengenai strategi mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga materi agama menjadi lebih kontekstual dengan kehidupan digital peserta didik.

Penelitian ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Modul yang dikembangkan memperoleh skor validitas sebesar 3,76 dengan kategori Sangat Valid serta skor kepraktisan sebesar 3,81 dengan kategori Sangat Praktis. Uji coba lapangan juga menunjukkan peningkatan sikap menghargai waktu dan penggunaan game online secara bijak pada siswa dengan nilai N-Gain berkategori sedang. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa integrasi literasi digital melalui pendekatan Deep Learning mampu menjadi strategi preventif yang efektif dalam membentuk karakter siswa di era digital.

Tim peneliti terdiri atas Dr. Saifulah, M.H.I. sebagai ketua, Dr. Ahmad Marzuki, S.Pd.I., M.Ag. sebagai anggota peneliti, serta Muhamad Yasin sebagai mahasiswa peneliti. Pelaksanaan penelitian juga didukung oleh mahasiswa Pascasarjana Universitas Yudharta Pasuruan, yaitu Teguh Prasetyo, Alif Masruri Abdul Haq, Nurul Fajriah Wati, dan Isyatil Fitro, yang berperan sebagai pembantu peneliti selama proses implementasi dan dokumentasi kegiatan.

Melalui kegiatan implementasi dan diseminasi ini, Universitas Yudharta Pasuruan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan hasil penelitian yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat. Inovasi pembelajaran berbasis literasi digital dan Deep Learning diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain dalam membentuk generasi yang berkarakter, cakap digital, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.